Profil Singkat Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM Kabinet Indonesia Maju


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Teten Masduki menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024. Dia menggantikan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Teten sedikit memberikan petunjuk terkait tugas yang akan diembannya sebagai menteri Jokowi. “Saya kan biasa ditugasi di mana saja, kali ini ngurusin orang banyak, bidangnya saya lah. Beliau (Presiden Jokowi) percayakan saya memajukan ekonomi rakyat. Ekonomi kita kan ditopang oleh ekonomi kerakyatan. Beliau ingin itu ditangani serius, saya dianggap paling serius,” jelas dia.

Berikut profil singkat Teten Masduki yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

Teten Masduki lahir di Garut, Jawa Barat, pada 6 Mei 1963 (umur 56 tahun) merupakan seorang aktivis Indonesia yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015 hingga 17 Januari 2018. Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) periode 2017-2022 itu dihabiskan di Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Setamat dari SMAN 1 Garut dia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah dia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Tahun 2012 Teten memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013. Pasangan Rieke-Teten yang diberi nama PATEN tersebut diusung oleh PDIP dengan nomor urut 5. Pada tanggal 3 Maret 2013 diumumkan hasil Pilkada Gubernur-Wagub Jawa Barat Pasangan Cagub-Cawagub nomor 5 Rieke-Teten memperoleh peringkat ke 2 dari 5 pasangan calon.

Pada tanggal 2 September 2015, Teten terpilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Dia menggantikan posisi Luhut Panjaitan yang telah lebih dulu ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Tugas yang diemban Teten termasuk strategis karena sektor UKM berkontribusi sekitar 65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan serapan tenaga kerja sebesar 96 persen. Kekuatan UKM juga yang membuat daya tahan konsumsi domestik indonesia kuat saat menghadapi melemahnya ekonomi global

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *